Dolar Australia menguat terhadap yen dan imbal hasil obligasi meningkat setelah sebuah laporan pemerintah Ausi menunjukkan penjualan ritel naik lebih dari perkiraan ekonom, mendorong para trader forex untuk bertaruh bahwa
bank sentral Ausi tidak akan memangkas suku bunga.Sesaat sebelum data itu dirilis AUD melemah terhadap dolar AS setelah indeks manufaktur China mencapai 50.9 atau dibawah prediksi analis yang mencapai 51.2.
Mata uang Selandia Baru naik untuk hari keenam terhadap yen setelah bursa saham Asia Asia menguat, mendorong permintaan atas aset berimbal hasil lebih tinggi.
"Ketika pasar bergerak positif untuk RBA, maka hal tersebut membuat nilai AUD menguat"kata Matthew Johnson, seorang analis di UBS AG di Sydney. "Data ini akan mendorong hasil yang lebih tinggi".
Dolar Australia naik ke ¥ 82,62 per 11:45 di Sydney dari 82,08 di New York kemarin dan sebelumnya mencapai 82,67, terkuat sejak 5 Agustus. AUD mencapai $ 1,0718 dari $ 1,0707. Mata uang Selandia Baru naik menjadi 65,62 ¥ dari 65,48. Dolar Kiwi jatuh 0,3 persen menjadi 85,09 sen AS.
Penjualan ritel Juli di Australia naik 0,5 persen dari bulan sebelumnya, ketika kemarin turun 0,1 persen.
MSCI Asia Pacific Index naik 1,2 persen hari ini.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














