Darmin Nasution, yang menjabat Gubernur
bank sentral Indonesia atau BI mengatakan dia ingin menghindari peningkatan tingkat suku bunga, menghitung total hutang negara, dan mengalokasikan dana cadangan bagi bank untuk menahan
inflasi dan menaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang nomor satu di negara kawasan Asia Tenggara."Selama kita masih dapat mengatur variabel moneter kita dengan instrumen lainnya, kita akan mencoba untuk menghindari perubahan tingkat bunga," kata Gubernur Darmin Nasution dalam sebuah wawancara di Jakarta. Dengan meningkatkan jumlah cadangan dana bank dan pengaturan pedoman loan-to-deposit ratio, pejabat dapat mendukung ekspansi ekonomi dan menjaga kenaikan inflasi harga konsumen sesuai target, katanya.
Komentar Nasution, kemarin petang menunjukkan Indonesia belum siap untuk bergabung dengan rekan-rekan Asia dalam meningkatkan suku bunga dari posisi terendah terkait resesi dunia yang memerlukan pemulihan. Tantangan BI saat ini adalah tingkat inflasi saat ini sudah mencapai yang tertinggi dalam 16 bulan.
"Kita melihat risiko yang lebih besar dari penundaan kenaikan suku bunga di Indonesia"kata Johanna Chua dan Brian Tan, dua analis Citigroup. Pada 3 September lalu, BI mematok suku bunga nasional sebesar 6,5%.
Bank Indonesia juga terus mewujudkan harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang pertumbuhan ekonomi yang seharusnya bisa mencapai 6,6 persen rata-rata tahunan sampai akhir masa jabatannya pada tahun 2014.
Pertumbuhan lebih cepat
Nasution, berbicara di kantornya di wawancara pertamanya sejak memangku jabatannya bulan ini, mengatakan
produk domestik bruto dapat naik hingga 6,2 persen tahun ini, karena portofolio pinjaman bank yang cukup mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia juga meramalkan bahwa harga konsumen,atau yang dikenal dengan CPI yang naik 6,44 persen pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, akan naik 4-6% pada tahun 2011.
Indonesia's Jakarta Composite Index telah naik 34 persen. Nilai tukar rupiah telah meningkat 4,5 persen terhadap mata uang dollar AS, pemain ketiga terbaik di Asia di luar Jepang, di belakang Malaysia dan Thailand, yang memiliki kenaikan lebih tinggi dibanding rupiah terhadap dollar.
"Di masa lalu, kita jarang menggunakan persyaratan cadangan dalam kebijakan moneter kami," kata Darmin, 61 tahun, yang memimpin kantor pajak di negara itu sebelum bergabung dengan bank sentral sebagai wakil gubernur tahun lalu. Ke depan, "respon kita tidak hanya akan tingkat bunga. Kami juga akan sering menggunakan persyaratan cadangan".
Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa bank-bank di Indonesia akan diminta untuk menyisihkan 8 persen dari dana mereka sebagai cadangan utama mulai 1 November, dari sebelumnya 5 persen.
Pada kuartal kedua tahun ini, dana investasi asing diharapkan akan sudah mencapai $540 milyar, atau naik 6,2%. Pertumbuhan ekonomi yang kuat telah membantu meningkatkan laba pada perusahaan termasuk pembangun/developer PT Wijaya Karya dan PT Bank CIMB Niaga.
Bank Indonesia memperkirakan pinjaman bank tahun ini akan naik 13-20%.Ekspansi kredit yang lebih besar diperlukan untuk mendukung ekspansi ekonomi sebesar 6,2 persen, katanya.
"Kami akan memantau tingkat bunga pinjaman dari bank," katanya. "Kita perlu suku bunga pinjaman yang lebih rendah untuk mendorong pertumbuhan kredit," kata Darmin, mengacu pada suku bunga Indonesia saat ini.
Inflasi Indonesia saat ini naik pada bulan Agustus karena masyarakat saat ini sedang menjalankan bulan puasa Ramadan dan keluarga mulai persiapan untuk perayaan Idul Fitri.Indonesia merupakan negara Muslim terpadat di dunia. Kenaikan tarif listrik yang lebih tinggi juga meningkatkan harga konsumen atau CPI (Consumer Price Index).
CPI di Indonesia naik lebih dari target bank sentral dari 4 persen sampai 6 persen tahun ini, kata Darmin Nasution, pekan lalu.
Sebagai perbandingan, suku bunga di Malaysia tidak berubah, dan sementara itu Bank of Thailand sudah menaikkan suku bunga pada 25 Agustus lalu.
Nasution, yang memiliki gelar Sorbonne, Prancis, doktor ekonomi dari Universitas Paris, menjadi gubernur pada 1 September, merupakan Gubernur ke-14 dalam sejarah bank sentral yang sudah berumur 57 tahun. Dia menjadi gubernur setelah Wakil Presiden Boediono mengundurkan diri sebagai kepala bank sentral pada Mei 2009 untuk menjadi pasangan Presiden Yudhoyono di pemilihan presiden tahun lalu.
Masa kerja Nasution sebagai gubernur dijadwalkan akan berakhir pada akhir 2013 mendatang.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















