Hari ini Pound kembali menguat terhadap dollar dihari ketiga karena data Construction PMI mencapai 53.7 atau diatas prediksi analis yang sebesar 49.8 dan juga diatas data pada periode sebelumnya yang sebesar 49.1.
Pound menguat ke $1,6210 pukul 17.00 WIB hari ini. Inggris menghadapi pemotongan anggaran terbesar sejak Perang Dunia II karena pemerintah koalisi Perdana Menteri David Cameron mencoba untuk mengurangi defisit fiskal dari 10 persen
produk domestik bruto menjadi 1,9% pada tahun 2015.
Pemotongan belanja tersebut, yang meliputi hilangnya tenaga kerja 330.000 orang disektor publik dan investasi, menunjukkan pemerintah Inggris sedang mengejar "penghematan yang berlebihan," kata pemenang Hadiah Nobel ekonomi Joseph Stiglitz di sebuah konferensi di Moskow hari ini.
Hari ini mata uang Asia naik, misalnya Peso Filipina dan rupee India, setelah laporan menunjukkan kenaikan manufaktur di AS dan Eropa, meningkatkan prospek ekspor regional. Manufaktur AS tak terduga meningkat pada bulan Januari dan yang tercepat dalam lebih enam tahun, membuat prediksi IMF lebih positif untuk Asia. Peso menguat 0,6 persen menjadi 43,965 per dolar jam 4 sore di Manila, menurut Tullett Prebon Plc. Rupee India maju 0,4 persen menjadi 45,60, baht naik 0,2 persen menjadi 30,85 dan ringgit Malaysia naik 0,3 persen menjadi 3,0425.
Di tempat lain, dolar Singapura naik 0,3 persen menjadi S $ 1,2724 dan rupiah Indonesia naik 0,1 persen menjadi 9.020 per dolar.
Sumber
Bloomberg.com
Pound menguat ke $1,6210 pukul 17.00 WIB hari ini. Inggris menghadapi pemotongan anggaran terbesar sejak Perang Dunia II karena pemerintah koalisi Perdana Menteri David Cameron mencoba untuk mengurangi defisit fiskal dari 10 persen
produk domestik bruto menjadi 1,9% pada tahun 2015. Pemotongan belanja tersebut, yang meliputi hilangnya tenaga kerja 330.000 orang disektor publik dan investasi, menunjukkan pemerintah Inggris sedang mengejar "penghematan yang berlebihan," kata pemenang Hadiah Nobel ekonomi Joseph Stiglitz di sebuah konferensi di Moskow hari ini.
Hari ini mata uang Asia naik, misalnya Peso Filipina dan rupee India, setelah laporan menunjukkan kenaikan manufaktur di AS dan Eropa, meningkatkan prospek ekspor regional. Manufaktur AS tak terduga meningkat pada bulan Januari dan yang tercepat dalam lebih enam tahun, membuat prediksi IMF lebih positif untuk Asia. Peso menguat 0,6 persen menjadi 43,965 per dolar jam 4 sore di Manila, menurut Tullett Prebon Plc. Rupee India maju 0,4 persen menjadi 45,60, baht naik 0,2 persen menjadi 30,85 dan ringgit Malaysia naik 0,3 persen menjadi 3,0425.
Di tempat lain, dolar Singapura naik 0,3 persen menjadi S $ 1,2724 dan rupiah Indonesia naik 0,1 persen menjadi 9.020 per dolar.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















