Saat dirilis pukul 15.30 WIB, klaim pengangguran Inggris secara tak terduga meningkat pada bulan Agustus untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, tanda pemulihan ekonomi dapat saja goyah sewaktu-waktu. Analis menganjurkan agar Inggris mulai berhemat saat ini.Angka Claimant Count Change Inggris saat dirilis mencapai 2300 orang pada bulan Agustus atau meningkat dari bulan Juli yang sebesar -1000 orang. Nilai mata uang GBP drop dari 1.5520 ke 1.5470 dalam 5 menit.
Pasar kerja menunjukkan tanda-tanda melemahnya penyangga ekonomi itu sendiri terkait pemotongan anggaran sebanyak seperempat persen yang sudah diumumkan oleh Perdana Menteri David Cameron, yang akan diuraikan bulan depan. Salah seorang dari anggota Bank of England Martin Weale mengatakan bahwa BoE dapat menekan pengeluaran, berkoordinasi dengan pasar tenaga kerja, dan memberikan jawaban yang baik saat demo serikat pekerja Inggris di masa mendatang.
"Angka-angka pengangguran mengecewakan," Neil MacKinnon, seorang ekonom di VTB Capital di London dan mantan pejabat VTB Capital dan British Treasury (dana kas Inggris).Tingkat pengangguran Inggris mencapai 4,5 persen pada Agustus. Edinburgh Royal Bank of Scotland Group Plc, bank terbesar Britania yang dikuasai pemerintah, menurut laporan 2 September lalu, mengatakan bahwa pihaknya akan memangkas 3.500 karyawan dan juga menutup 10 kantor cabang untuk mengurangi biaya operasional.
Galliford Coba Plc,perusahaan pembangunan di Inggris yang sudah memugar stadion Wimbledon Centre, telah memotong 15% pekerjanya, dan juga akan memangkas lagi 5% diwaktu mendatang, kata Chief Executive Officer Greg Fitzgerald hari ini.
Barclays Plc, bank terbesar ketiga Britania, berpendapat lain. Pihaknya, menurut pernyataan pada 6 September, akan membuka lowongan kerja untuk 600 orang di Glasgow untuk fasilitas baru bagi investasi perbankan dan divisi manajemen kekayaan atau wealth management.
Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Yen jatuh kelevel 85.11 dari 82.90 pagi tadi. Hal itu disebabkan karena intervensi dari pemerintah Jepang itu sendiri.
Mata uang Jepang meluncur terbesar sejak Desember setelah Menteri Keuangan Noda Yoshihiko mengatakan bahwa Jepang sudah resmi menjual Yen. Jadi untuk sementara, Yen sudah melemah 200
pips terhadap dollar.Satu-satunya syarat yen menguat kembali adalah pelonggaran kebijakan moneter AS.Nikkei 225 Stock Average melonjak 2,3 persen setelah sebelumnya turun 1,1 persen.Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa hari ini dalam sebuah pernyataan ia berharap intervensi mata uang akan menstabilkan pasar valuta asing. Anggota Dewan Tadao Noda mengatakan
bank sentral harus mengambil cepat tindakan untuk pelemahan yen agar pertumbuhan perekonomian terwujud.Swiss National Bank awal tahun ini sudah dihimbau dalam upaya untuk melemahkan mata uangnya, yang mencapai rekor tertinggi terhadap
euro bulan ini. Franc dan yen cenderung menguat selama periode test stress bank-bank di Eropa. SNB kehilangan lebih dari 14 miliar Franc Swiss ($ 14 miliar) atas kepemilikan mata uang asing pada semester pertama setelah euro terjun mengikis nilai cadangan bank. Bank sentral Swiss, yang dipimpin oleh Philipp Hildebrand, dipaksa untuk membeli miliaran euro untuk melawan kenaikan CHF dan juga melawan deflasi.
"Jika Jepang sudah berhasil melakukan intervensi terhadap Yen, maka seharusnya Bank Nasional Swiss juga bisa melakukan hal itu," kata Akio Yoshino, yang membantu mengawasi dana investasi $ 35 miliar dan juga merangkap kepala ekonom di Amundi Ltd di Tokyo.
Terakhir Jepang campur tangan di pasar mata uang adalah 16 Maret 2004, ketika yen sekitar 109 per dolar. Bank of Japan membeli 14,8 trilyun yen untuk mencegah pelemahan lebih lanjut. Pada tahun 2003, BoJ sudah menjual 20,4 trilyun yen pada 2003. Pada tahun 1998, BoJ sudah membeli 30,5 trilyun yen untuk intervensi pelemahan yen lebih lanjut dari level 147,66.
Yen naik tahun ini karena krisis utang Uni Eropa terliaht memburuk dan pemulihan ekonomi AS sedang melambat membuat permintaan akan mata uang yen sebagai tempat perlindungan terus meningkat.
Bank-bank sentral melakukan intervensi di pasar valuta asing saat mereka membeli atau menjual mata uang untuk mempengaruhi nilai tukar.
Strategi fiskal Jepang terhadap yen telah membuat Moody's Investors Service meningkatkan rating AA2 untuk Jepang.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|















