Bank
Sentral Cina melakukan perubahan yang tak terduga dimana mereka akan
menaikan suku bunga. Isu itu menekan dollar hari ini. Bank of China
kemarin menaikkan proporsi bunga deposito bank-bank yang harus
disisihkan sebagai cadangan sebesar 50 basis poin mulai 18 Januari
mendatang. Para pembuat kebijakan dapat menindaklanjuti dengan
menaikkan suku bunga acuan mereka dalam bulan-bulan mendatang,
daripada menunggu tengah tahun ini. " Suku bunga AS & Cina
yang naik merupakan paket yang harus diterima pasar awal tahun ini "
kata Brian Jackson, analis senior di RBC Capital Markets di Hong
Kong, kemarin.
Dampak terhadap Saham
Saham jatuh setelah pengumuman kemarin, dengan Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke 125,94 pukul 8:37 di Hong Kong. Jepang 225 Stock Average turun 0,3 persen, dan Standard & Poor's 500 Stock Index ditutup turun 0,9 persen di New York. "Pihak berwenang memiliki alasan untuk khawatir karena bank di Cina jelas tidak mendapatkan pesan untuk menekan suku bunga" Eswar Prasad, seorang senior analis di Brookings Institution di Washington, mengatakan dalam sebuah wawancara di televisi Bloomberg dari Hong Kong.
Bank meminjamkan sekitar 100 miliar yuan ($ 14.6 milyar) setiap hari kepada masyarakat minggu lalu, menurut pernyataan para pejabat China Securities Journal. Nilai tersebut turun dibanding bulan November silam yang sebesar 294.8 miliar yuan per hari. Saat ini suku bunga Cina mencapai 5.31%.
Pada
November 2008,
bank sentral memberi kewenangan kepada Industrial &
Commercial Bank of China Ltd, Agricultural Bank of China, Bank of
China Ltd, China Construction Bank Corp dan Bank of Communication Co
untuk memberi pinjaman ke masyarakat dalam jumlah besar.
Perdana Menteri Wen Jiabao menciptakan rekor dalam pemerintahannya dimana ia telah memberi pinjaman ke masyarakat Cina total senilai 9.21 triliun yuan pinjaman dalam 11 bulan pertama tahun 2009. Nilai tersebut akan menciptakan gelembung properti dan harga saham. Pada 27 Desember lalu, Wen berjanji untuk mengekang keuntungan dari harga properti yang berlebihan di beberapa bagian negara Cina setelah kenaikan nasional terbesar dalam 16 bulan pada bulan November. Cina saat ini mempunyai lebih banyak likuiditas dibanding negara lain, kata seorang pejabat Bank of China.
Pengamatan
Inflasi
Risiko
inflasi diprediksikan akan meningkat di Cina menurut pengamatan
ekonom. Ekspor naik untuk pertama kalinya dalam 14 bulan pada bulan
Desember,menurut data perdagangan pada 10 Januari lalu. Sebuah
laporan pemerintah bulan ini menunjukkan
produk domestik bruto
meningkat 10,5 persen pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya,
yang paling tinggi sejak Januari-ke-Maret 2008, menurut sebuah survei
Bloomberg News. Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksikan
ekspansi ekonomi Cina akan meningkat menjadi 9 persen tahun ini dari
8,5 persen tahun lalu.
Sumber :
Bloomberg.com (13 Jan 2010, 11.22 WIB)
| < Prev | Next > |
|---|















