Treasuries jatuh, memperpanjang penurunan dari minggu lalu, setelah Mohamed A. El-Erian, analis dari Pacific Investment Management Co mengatakan bahwa AS mungkin kehilangan peringkat utang AAA meski anggota parlemen mencapai rencana untuk menghindari default."Kami tidak tahu berapa lama yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan," kata Hiroki Shimazu, ekonom di Tokyo pada Nikko SMBC Securities Inc, sebuah bank kredit terbesar ketiga di Jepang. "Ini akan mendorong hasil yang lebih tinggi," kata Shimazu dalam panggilan telepon.
"Kemungkinan besar, kompromi menit-menit terakhir politik akan menghindari default, tetapi akan meninggalkan rating AAA sangat rentan," tulis El-Erian, analis Newport Beach, California.
Bill Gross, yang mengelola dana nasabah $ 243 milyar,meningkatkan sahamnya dari Treasuries hingga 8 persen dari aset pada Juni dari 5 persen pada Mei, menurut situs perusahaan.
Partai Republik dan Demokrat saat ini sedang "berduel" untuk dirilisnya batas utang baru sebesar 14,3 triliun.
Menteri Keuangan Timothy F. Geithner mengatakan pemerintah akan kehabisan pilihan untuk mencegah default pada 2 Agustus kecuali utang baru $14,3 triliun dirilis. Kebuntuan telah meningkatkan kesempatan Standard & Poor untuk memotong peringkat kredit AS dari AAA dalam tiga bulan sampai 50 persen,kata perusahaan tersebut pada 21 Juli.
Keyakinan Cina
Penasihat
bank sentral Cina, Xia Bin mengatakan bahwa pemimpin AS akan setuju pada rencana.
bank sentral Cina, Xia Bin mengatakan bahwa pemimpin AS akan setuju pada rencana."Apa yang akan dilakukan AS jika perjanjian itu gagal?" Kata Xia,di Beijing, hari ini dalam sebuah wawancara telepon. "Mereka pasti akan mencapai kesepakatan."
Cina adalah kreditor terbesar di Amerika,dimana negara tersebut memegang obligasi (treasuri) AS sebesar 1,16 triliun saat ini.
Jim Rogers, investor dan penulis buku "Hot Commoditties" mengatakan bahwa ia berani bertaruh bahwa obligasi AS akan jatuh.
"AS akan bangrut/default satu atau lain cara,"katanya dalam sebuah wawancara 22 Juli di Singapura. "Default" dapat datang dalam bentuk penghinaan terhadap mata uang karena melimpahnya persediaan mata uang setelah dipompa bank sentral ke dalam perekonomian untuk memacu pertumbuhan, kata Rogers.
Manajer uang menjadi lebih berpendapat bahwa Treasuries akan menurun nilainya, dalam sebuah survei oleh Ried Thunberg ICAP Inc.
Sumber
Bloomberg
| < Prev | Next > |
|---|














