Hari ini
Euro turun ke titik terendah dalam satu minggu terhadap yen pada kekhawatiran bahwa bank-bank Eropa akan menimbulkan kerugian kredit yang meningkat dari krisis utang di kawasan itu, menghambat pemulihan ekonomi dunia. Mata uang Eropa jatuh ke level terendah satu minggu terhadap dolar setelah Credit Agricole SA mengatakan, pihaknya akan menarik cadangan euro di Bank Emporiki Yunani SA sebesar 400 juta euro($491 juta). Dolar berada di dekat rendah empat minggu terhadap yen pada spekulasi Federal Reserve hari ini akan mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak kesengsaraan fiskal Eropa pada perekonomian AS. Won Korsel turun untuk hari kedua pada aliran prospek ke saham akan terbatas karena pertumbuhan ekonomi melambat.
Euro jatuh ke 110,94 ¥ di 10:48 di Tokyo dari 111,14 di New York kemarin, setelah sebelumnya jatuh ke 110,78, sama dengan level terendah pada 14 Juni. Mata uang yang berada di $ 1,2260 dari $ 1,2271, setelah sebelumnya jatuh ke $ 1,2245, terlemah sejak 17 Juni. Dollar naik ¥ 90,49 dari 90,57 ¥ kemarin, setelah tergelincir untuk ¥ 89,97 pada tanggal 21 Juni.
Rapat Fed
Dolar mengalami penurunan untuk hari kedua terhadap yen sebelum Komite Pasar Terbuka Federal mengakhiri pertemuan dua hari dan rilis pernyataan kebijakan hari ini.
FED saat ini sedang mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk jangka waktu yang "panjang".
Euro turun ke titik terendah dalam satu minggu terhadap yen pada kekhawatiran bahwa bank-bank Eropa akan menimbulkan kerugian kredit yang menambah beban krisis utang di kawasan itu, menghambat pemulihan ekonomi dunia.
MSCI Asia Pacific Index saham regional turun 1,1 persen dan Nikkei 225 Stock Average tergelincir 1,8 persen. won turun 0,8 persen menjadi 1,191.05 per dolar, setelah menyentuh 1,169.25 minggu ini, terkuat sejak 20 Mei.
Donald Kohn, wakil ketua Fed,mengatakan kepada Wall Street Journal pekan lalu bahwa "Eropa adalah sebuah risiko,".
Won Korsel turun karena indeks saham Kospi melemah. Penjualan perumahan AS secara tak terduga jatuh pada bulan Mei, memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia yaitu Amerika masih rapuh.
Penjualan rumah AS turun 2,2 persen pada bulan Mei, menurut angka yang dikeluarkan dari National Association of Realtors di Washington kemarin.
Sumber
Bloomberg.com
| < Prev | Next > |
|---|














