Subprime Mortgages: Siapa Dia?

User Rating: / 23
PoorBest 

Krisis Keuangan 2007 akibat Subprime Mortgage adalah sebuah keadaan dimana banyak rumah yang disita dimulai dari negara Amerika Serikat yang dimulai pada resesi tahun 2006 dan menjadi krisis keuangan global pada tahun 2007.

Krisis bermula dari meledaknya persediaan rumah di AS dan tingginya angka suku bunga kredit yang dikenal orang sebagai "subprime", "suku bunga yang disesuaikan", "Alt-A" dan jenis lain dari pinjaman hipotek (mortgage) resiko tinggi yang dibebankan kepada peminjam yang berpendapatan rendah atau peringkat rendah (subprime) dari penerima kredit. Kebalikan dari Subprime adalah Prime dimana pihak-pihak yang termasuk didalamnya adalah orang-orang yang berpendapatan tinggi dan yang terpenting ialah mereka mampu melunasi kredit yang diambilnya.

Total yang harus dibayar oleh orang-orang yang termasuk subprime adalah Pokok Pinjaman ditambah 9% bunga(tahun 1996) hingga 20%(tahun 2006). Para peminjam dari kategori Sub tersebut percaya bahwa mereka dapat melunasi pokok pinjaman ditambah bunga tersebut pada tanggal jatuh tempo berikutnya. Ketika harga rumah di AS mengalami kenaikan pada tahun 1996-2006, maka pelunasan hutang harus segera dimulai. Kenyataannya mudah ditebak, banyak dari kaum "Sub" yang tidak dapat melunasi hutangnya. Berikutnya yang terjadi ialah terjadinya penutupan dan penyitaan secara dramatis. Pada bulan Oktober 2007, 16% dari total pinjaman hipotek(subprime) dengan Batas Waktu Pinjaman (Adjustable Rate Mortgages/ARM) 90 hari dianggap menunggak dan dilanjutkan dengan proses penyitaan. Persentase tersebut meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan pada tahun 2005. Pada bulan Januari 2008 jumlahnya meningkat menjadi 21%. Selama tahun 2007, hampir 1,3 juta rumah di AS termasuk dalam kategori proses penyitaan atau naik 79% bila dibandingkan dengan tahun 2006. Pada tanggal 22 Desember 2007, kerugian sektor perumahan dihitung sebesar 200 hingga 300 milyar dollar AS.

Banyak dari para pemberi pinjaman memberikan resiko kredit (resiko pembayaran standarisasi) yang berakibat para peminjam tidak dapat berharap untuk memperoleh kredit lagi untuk melunasi hutangnya. Banyak bank dan institusi keuangan lain melaporkan kerugian sebesar 130 milyar dollar AS menurut sebuah laporan pada tanggal 25 Januari 2008. Surat utang yang sering dikeluarkan adalah sekuritas. Banyak pemberi pinjaman meneruskan kredit tersebut pada pihak ketiga via Mortgage-Backed Securities (MBS). Banyak individu dan perusahaan investasi terkait dengan MBS mengalami kerugian secara signifikan, dan ditambah lagi dengan sulitnya memprediksi pokok pinjaman yang sebenarnya.


Kelompok Masyarakat dan Tindakan Pemerintah

Ada dua kelompok mayoritas dari MBS yaitu Collateralized Debt Obligations (CDO) and Structured Investment Vehicles (SIV). Sama halnya seperti pelunasan hutang yang macet maka nilai CDO dan SIV ikut berkurang. Hal ini berdampak pada turun yang signifikan pada MBS.

Penyebaran dari kredit beresiko dan juga turunnya nilai MBS,CDO dan SIV menyebabkan banyak bank mengurangi pemberian kredit atau tetap memberikan kredit dengan syarat membebankan bunga pinjaman yang tinggi. Pengaruhnya terhadap perusahaan lokal adalah dengan munculnya surat lain yang bernama surat obligasi. Semua hal ini memicu hancurnya sektor perkreditan. Kejadian ini mengakibatkan seluruh bank sentral didunia untuk menyediakan dana bagi para nasabahnya yang berkualitas untuk fasilitas kredit dan mengembangkan pasar obligasi negara.

Pengaruh dari kombinasi kredit beresiko dan kredit lancar menyebabkan beberapa perusahaan investasi terbesar(termasuk juga perusahaan Hedge Fund) didunia mengalami kebankrutan. Nilai saham yang kembali menurun dan demikian juga bank tempat penyimpanan dan bank non penyimpanan dana juga mengalami hal yang sama.

Untuk mengatasi hal tersebut Dewan dan Departemen Keuangan AS mengambil tindakan. Salah satu langkahnya adalah dengan menyesuaikan tingkat suku bunga. Langkah lainnya adalah dengan mempertemukan pemberi dan penerima kredit agar proses penyitaan rumah tidak terjadi. Pembatasan dalam pemberian kredit juga sedang dirampungkan. Banyak juga para pemberi kredit akhirnya membatasi atau bahkan tidak memberikan kredit kembali.


Efek Subprime

Krisis subprime benar-benar membuat perekonomian menjadi melemah karena kerugian yang signifikan dari pinjaman subprime mengurangi kecukupan dana bank dalam memberi kredit bagi nasabahnya yang terdiri dari institusi ataupun perorangan. Sebagai catatan bahwa dengan adanya kredit yang diberikan untuk investasi, bisnis, dan konsumsi cukup untuk menggerakan perekonomian.

Efek dari krisis subprime adalah berkurangnya produksi rumah di sejumlah negara. Hal ini juga yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Kita semua mengetahui bahwa pada tanggal 22 Januari 2008 lalu FED memangkas suku bunganya secara tiba-tiba. Hal tersebut diambil FED untuk menghambat krisis keuangan dan perumahan yang semakin hebat di negara Amerika. Yah, setidaknya tindakan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan sesaat.


Belajarforex Says

Akibat terlalu percaya diri untuk mengambil cicilan rumah, lalu tidak mampu membayar cicilan dan akhirnya rumah disita bisa menjadi bencana ekonomi global. Masing-masing perusahaan ternama semisal Citigroup dan Merrill Lynch mengalami kerugian 24,1 dan 22,5 milyar dollar AS akibat krisis Subprime. Suatu jumlah yang tidak sedikit. Selain itu banyak juga institusi bank, bank investasi, asuransi, tabungan dan lainnya mengalami kerugian milyaran dollar akibat krisis perumahan negara Paman Sam itu.

Pelajaran yang dapat diambil adalah agar kita sebelum mengambil keputusan harus memikirkan baik buruknya terlebih dahulu. Jangan mengambil pinjaman jika nantinya tidak mampu melunasi. Jangan menutup hutang dengan hutang lainnya. Jangan berjanji jika tidak dapat menepati janji yang kita buat. Wah jadi ruang nasihat artikel ini. Hahaha.... Tapi tak apa. Harap-harap cemas. Keputusan mengambil pinjaman lunak perumahan telah menjadi krisis ekonomi massal seisi dunia. Uang banyak berhamburan percuma. Waspadalah.

Sekarang ini keadaan ekonomi AS juga sedang terpuruk dan akan masih ada lagi krisis, kebijakan ekonomi dan suku bunga yang dilakukan FED nantinya. Kita tunggu saja.

Dilain sisi, resesi juga berarti kesempatan. Apabila kita cukup "beruntung" (benar, resesi adalah keberuntungan bagi yang memahaminya!), kita akan menemukan banyak aset yang undervalue pada masa-masa resesi terjadi. Mulai dari surat berharga seperti saham, kurs mata uang yang melemah hingga nilai properti serta barang-barang riil yang jatuh. Ingat masa-masa krisis moneter 1998? Nah pada masa seperti itu, mereka yang memiliki cukup uang tunailah yang beruntung. Dimana-mana berbagai aset dijual murah. Sangat murah.

Mungkin resesi kali ini tidak akan separah pada tahun 1998, namun dalam berbagai kasus, Anda bisa memanfaatkan resesi menjadi sebuah titik tolak yang baru dalam mengembangkan investasi Anda. Disaat semua orang putus asa, optimislah!


References
http://en.wikipedia.org
http://www.investopedia.com
http://www.investopedia.com
http://www.federalreserve.gov
http://www.investopedia.com
 

Add comment

Fasilitas ini disediakan untuk komunikasi dengan bahasa yang sopan. Tidak diizinkan melakukan aktifitas iklan, promosi, penghinaan, pencemaran nama baik, hal berkaitan sara. Pelanggaran akan dikenai sanksi tegas.


Security code
Refresh