Crude Oil

User Rating: / 11
PoorBest 
Bersyukurlah bagi negara-negara yang memiliki cadangan minyak bumi melimpah. Negara seperti Iran, Dubai dan Russia tentu saja sangat diuntungkan dengan melimpahnya cadangan minyak yang mereka miliki. Di Venezuela bahkan harga satu liter bensin tidak lebih dari Rp 300 perak!! Ya benar! Ngga ada yang salah ketik kok, beneran tiga ratus perak. Jadi ingat tahun 1980an dulu ya? Nah bagaimana dengan negara yang tidak memiliki minyak yang mencukupi? Ya tentu saja harus mengimpor. Amerika Serikat misalnya, negara ini tidak memiliki cadangan minyak yang valid dan siap memenuhi kebutuhan minyak dalam negerinya sendiri. Ditambah dengan besarnya konsumsi minyak negara Paman Sam ini, maka US menjadi salah satu negara yang sangat peka dengan kenaikan harga minyak. Perhatikan tabel dibawah ini

topoilconsumertable.png
Gambar 1 Tampilan Tabel Negara Penkomsumsi Minyak Terbesar

Nah, saudara setelah Anda memiliki sedikit banyak gambaran mengenai minyak. Saat ini kita akan masuk ke esensi inti dari artikel ini, yaitu hubungan minyak dengan pasar forex. “Tak ada satupun market yang berdiri sendiri dan terisolasi dalam sistem financial yang ada di dunia”. Pada dasarnya, banyak trader hanya mendasarkan analisa pada single market. Single market di sini contohnya: pasar forex “to”, pasar emas ”doank”, atapun hanya bertrading minyak “saja”. Akibatnya ternyata mengejutkan, kebanyakan analisa mereka mengalami penyimpangan.

Dalam pasar forex, hal yang paling sering dilupakan kebanyakan orang dalam memprediksi harga adalah pasar di luar pasar forex itu sendiri. Ada beberapa komoditi yang pergerakan harganya sangat berkaitan erat dengan forex, diantaranya emas dan minyak mentah. Pada kesempatan ini kita akan belajar akan hubungan dari forex dengan minyak mentah.

Kalau kita perhatikan akhir-akhir ini kecenderungan harga minyak mengalamai trend naik, sedangkan mata uang AS, yaitu USD cenderung mengalami trend turun. Ternyata harga minyak dan nilai USD berbanding terbalik. Maksudnya berbanding terbalik di sini adalah jika harga minyak naik, nilai USD cenderung turun; sebaliknya jika harga minyak turun, nilai USD cenderung mengalami kenaikan.

Secara analitikal, hal ini memang akan terjadi mengingat AS merupakan negara terbesar I yang mengkonsumsi minyak. Dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negara Paman Sam, biaya belanja negaranya akan membengkak apabila harga minyak naik. Pengeluaran dalam jumlah besar inilah yang berdampak pada melemahnya mata uang AS. Hal yang sama juga dialami oleh Jepang. Jepang juga merupakan negara pengimpor minyak. Dengan naiknya harga minyak akan menambah pengeluaran negara Sakura tersebut yang dampaknya pun cenderung menyeret mata uang Jepang melemah.

Dalam hal apabila nilai USD melemah, maka pasangan GBP/USD akan cenderung naik. GBP adalah mata uang untuk negara Inggris. GBP/USD berarti mata uang Inggris terhadap mata uang AS. Apabila dollar AS melemah, maka GBP/USD akan menguat. Seandainya ada pasangan USD/GBP. Maka dalam hal AS melemah, USD/GBP pun ikut melemah.

Lalu apa yang akan terjadi dengan mata uang negara pengekspor minyak?

Ya, mata uang negara pengekspor minyak akan cenderung menguat apabila harga minyak naik. Contohnya adalah Canada. Mata uang Canada pun akan cenderung menguat apabila harga minyak naik. Dan pasangan USD/CAD juga akan cenderung naik apabila harga minyak naik.

Belajarforex says:
Untuk menjadi seorang profesional forex trader, Anda juga perlu mengetahui bagaimana trend harga di bidang lainnya. Salah satu yang kaitannya paling erat adalah harga minyak. Kenaikan harga minyak akan cenderung berakibat menguatnya mata uang pengekspor minyak dan melemahnya mata uang pengimpor minyak.  

 

Add comment

Fasilitas ini disediakan untuk komunikasi dengan bahasa yang sopan. Tidak diizinkan melakukan aktifitas iklan, promosi, penghinaan, pencemaran nama baik, hal berkaitan sara. Pelanggaran akan dikenai sanksi tegas.


Security code
Refresh

belajarforex.com