BHP Billiton, pemicu naik turunnya harga saham Asia

User Rating: / 8
PoorBest 
logo-bhp.jpgBHP Billiton adalah perusahaan pertambangan terbesar di dunia. BHP Billiton didirikan pada tahun 2001 berdasar merger perusahaan Australia's Broken Hill Proprietary Company (BHP) dan Billiton Inggris-Belanda yang juga memiliki latar belakang dan Afrika Selatan. Hasilnya adalah dual-perusahaan yang terdaftar dengan kepala kantor di Melbourne dan London. BHP Billiton Limited, yang merupakan mitra mayoritas dalam struktur dual-terdaftar, terdaftar di Bursa Efek Australia. BHP Billiton Plc terdaftar di London Stock Exchange dan merupakan konstituen dari FTSE 100 Indeks.

Sejarah dari perusahaan Broken Hill Proprietary Company
Broken Hill Proprietary Company atau BHP didirikan pada 1885, mengoperasikan tambang perak dan beroperasi di Broken Hill di bagian barat New South Wales. Pada tahun 1915, perusahaan tersebut mengembangkan usaha dipenambangan baja & manufaktur dengan operasi-operasi berbasis terutama di Newcastle & New South Wales. BHP di Ausi terletak di Melbourne, Victoria. BHP juga dijuluki sebagai "the Big Australian". BHP mulai mengeksplorasi minyak bumi pada tahun 1960 di Selat Bass. Penambangan minyak lepas pantai mulai dibagi ke berbagai proyek wilayah. Salah satu proyek adalah tambang tembaga Ok Tedi di Papua Nugini, di mana perusahaan ini berhasil digugat oleh penduduk pribumi karena degradasi lingkungan yang disebabkan oleh operasi tambang. Salah satu proyek sukses BHP adalah di Escondida, tambang tembaga di Chili. BHP menguasai 57,5% perusahaan tersebut. Selain Escondida, ada juga proyek sukses BHP yaitu Ekati Diamond Mine di utara Kanada. Proyek gagal BHP adalah operasi baja kecil di Newcastle yang dinyatakan gagal pada tahun 1999. Pada tahun 2001, BHP bergabung dengan Billiton Inggris membentuk perusahaan pertambangan yang bernama BHP Billiton, yang saat ini dikenal sebagai perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Pada tahun 2002, divisi Baja BHP Billiton diberi nama BHP Steel. Pada tahun 2003, BHP Steel berubah nama menjadi BlueScope Steel.

Billiton
Billiton adalah perusahaan pertambangan yang didirikan pada 29 September 1860, ketika anggaran dasar disetujui oleh rapat pemegang saham di hotel Keizerhof Groot di Den Haag, Belanda.
Dua bulan kemudian, perusahaan memperoleh hak eksplorasi/menambang timah di pulau Banka (Bangka) dan Belitung (Belitung) di kepulauan Indonesia , di lepas pantai timur Sumatera.
Bisnis awal Billiton adalah peleburan timah di Belanda, lalu pada tahun 1940-an yaitu penambangan bauksit di Indonesia dan Suriname. Pada tahun 1970, Billiton menguasai saham Shell. Pada tahun 1990-an, tambang timah di Arnhem, Belanda ditutup.
Pada tahun 1994, divisi Gencor mendapat wilayah eksplorasi Belitung yaitu pertambangan logam hilir. Billiton adalah divestasi dari Gencor pada tahun 1997. Pada tahun 1997, Billiton Plc menjadi konstituen(terdaftar sebagai perusahaan go publik) dari FTSE 100 Indeks. Sepanjang tahun 1990-an dan seterusnya, Billiton Plc mengalami pertumbuhan yang cukup besar. Beberapa usaha yang berhasil diantaranya adalah tambang aluminium i Afrika Selatan dan Mozambik, nikel yang beroperasi di Australia dan Kolombia, logam di Amerika Selatan, Kanada, dan Afrika Selatan, tambang batu bara di Australia, Kolombia dan Afrika Selatan, dan eksplorasi mineral titanium, baja, dan ferroalloys di Brasil, Suriname , dan Australia.
Billiton Plc pada tahun 2001 bergabung dengan Perusahaan Broken Hill Proprietary (BHP) untuk membentuk BHP Billiton.

Proses Merger dan Akuisisi BHP Billiton
Pada bulan Maret 2005, Billiton mengumumkan persetujuan atas pembelian saham perusahaan pertambangan lain WMC Resources, pemilik tambang uranium Olympic Dam di Australia Selatan, operasi nikel di Western Australia dan Queensland, dan juga pabrik pupuk di Queensland. Pengambilalihan mencapai 90% penerimaan di 17 Juni 2005, dan 100% kepemilikan diumumkan pada 2 Agustus 2005, dicapai melalui akuisisi wajib yang terakhir 10% dari saham.
Pada tanggal 8 November 2007, BHP Billiton mengumumkan bahwa mereka berusaha untuk membeli saingannya yaitu grup pertambangan Rio Tinto Group dalam semua transaksi saham. Tawaran awal saham 3,34 saham BHP Billiton untuk setiap lembar saham Rio Tinto itu ditolak oleh dewan Rio Tinto untuk "secara signifikan undervaluing/dibawah nilai wajar". Tidak menyerah, BHP Billiton melalui CEO Marius Kloppers bertemu dengan banyak pemegang saham Rio sejak pengumuman dan menegaskan bahwa tawaran untuk Rio adalah "menarik" dan bahwa BHP Billiton sangat menyukai saham Rio. Sebuah tawaran bermusuhan resmi 3,4 saham BHP Billiton untuk setiap saham Rio Tinto diumumkan pada tanggal 6 Februari 2008, akan tetapi tawaran ditarik pada 25 November 2008 akibat resesi global.
Pada tanggal 14 Mei 2008, saham BHP Billiton naik ke rekor tinggi sebesar AU $ 48,90 setelah spekulasi bahwa perusahaan pertambangan Chinalco Cina sedang mempertimbangkan untuk membeli saham besar BHP Billiton. Saat itu Wakil CEO BHP menolak berkomentar.
Tanggal 25 November 2008, Billiton mengumumkan bahwa mereka akan menurunkan tawaran pengambilalihan saham saingannya Rio Tinto Group menjadi $ 66 miliar karena krisis keuangan global. Pada tanggal 21 Januari 2009 perusahaan mengumumkan tanggapan terhadap krisis keuangan global. BHP Billiton rencana untuk menutup tambang dan Ravensthorpe kembali hanya untuk pengolahan bijih nikel di pabrik Yabulu di Queensland Australia. Kilang minyak di Yabulu dijual ke Queensland Millionaire Mr Clive Palmer. Tambang di Lembah Pinto di Amerika Serikat. Total ada 6.000 karyawan diberhentikan, termasuk yang diberhentikan dengan skala kembali di beberapa proyek lainnya.

Operasi Usaha
Perusahaan mengoperasikan berbagai operasi penambangan dan pengolahan di 25 negara, mempekerjakan sekitar 38.000 orang. Berikut adalah sembilan (9) unit operasional utama:
* Besi bijih
* Mangan
* Minyak
* Aluminium
* Logam Dasar (produk utama adalah tembaga, timah, seng dan uranium)
* Metallurgical Coal
* Thermal Coal
* Stainless Steel Material (nikel dan kobalt)
* Berlian & Produk Spesialisasi (berlian dan titanium mineral)

Struktur Perusahaan
BHP Billiton Australia Limited dan BHP Billiton Plc Inggris daftar pemegang saham secara terpisah dengan tubuh yang terpisah tetapi mereka beroperasi sebagai satu bisnis dengan satu orang dewan direksi dan satu struktur manajemen. Kantor pusat di Melbourne, Australia. Perusahaan ini memiliki kantor utama lainnya di London, Perth, Johannesburg, Santiago, Singapura, Shanghai, Houston dan Den Haag.
Dalam lisensi bursa adalah sbb :
* BHP Billiton Limited
o Australia (ASX: BHP)
o US (NYSE: BHP)

* BHP Billiton plc
o Inggris (LSE: BLT)
o US (NYSE: BBL)
o Afrika Selatan (BEJ: BIL)

Manajemen
Setelah merger antara BHP dan Billiton pada tahun 2001, Brian Gilbertson Billiton diangkat sebagai CEO. Pada tahun 2003, setelah hanya enam bulan bekerja, ia mengundurkan diri tiba-tiba, dengan alasan perbedaan pendapat dengan CEO lainnya.
Setelah pengunduran diri Gilbertson, Chip Goodyear diumumkan sebagai CEO baru. Dia melanjutkan dalam peran hingga pensiun pada 30 September 2007. Marius Kloppers adalah CEO penggantinya.

Kecelakaan di Angola
Cuaca buruk menyebabkan helikopter yang berisi 5 orang staf BHP Billiton tewas di Angola pada 16 November 2007. Helikopter jatuh di sekitar 80 mil dari km/50 Alto Cuilo Camp, sebuah situs penambangan berlian yang akan disurvey. Operasi di Angola pun ditangguhkan. Hingga saat ini, perusahaan sedang menyelidiki insiden itu.

Kesimpulan
Saat ini orang-orang kunci BHP Billiton adalah Marius Kloppers (CEO) & Jacques Nasser (Ketua).
Bahan industri & Pertambangan adalah Iron Ore, Diamonds, Coal, Manganese, Gold, Petroleum, Aluminium, Tembaga, Nikel, Uranium & Silver. Pendapatan operasional mencapai US $ 23,483 Miliar (tahun 2008), Laba US $ 15,962 Miliar (2008), Total aset US $ 75,889 Miliar (2008), Total ekuitas US $ 39,043 Miliar (2008), dan karyawan berjumlah 38.267 (tahun 2009).

Belajarforex Says
Kami melihat perusahaan ini sebagai pemicu naik turunnya saham Asia. Pendeknya jika harga emas naik maka saham BHP Billiton juga akan mengalami kenaikan dan demikian sebaliknya. Kenaikan harga saham BHP Billiton juga akan memicu kenaikan harga saham Rio Tinto dan juga perusahaan pertambangan lain diseluruh dunia. Jika harga saham Asia naik maka USD & Yen diprediksikan kuat akan melemah, sebaliknya nilai AUD, NZD, CAD, GBP, Euro dan CHF akan mengalami kenaikan.
Andai saja BHP Billiton membuka unit penambangan resmi di Indonesia, dapat dipastikan tenaga kerja lokal juga akan terserap banyak.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/BHP_Billiton


http://
www.bhpbilliton.com  
 

Add comment

Fasilitas ini disediakan untuk komunikasi dengan bahasa yang sopan. Tidak diizinkan melakukan aktifitas iklan, promosi, penghinaan, pencemaran nama baik, hal berkaitan sara. Pelanggaran akan dikenai sanksi tegas.


Security code
Refresh

belajarforex.com